Situs Informasi Bisnis Baju Murah untuk Usaha Pakaian Grosir dan Fashion Online di Rumah.

Kamis, 31 Januari 2013

Pengusaha Konveksi Di Bandung Bingung

Pengusaha Konveksi Di bandung Bingung, Seperti dikutip dari posting suarapengusaha.com.

Pengusaha konveksi di Kampung/Desa Panyirapan Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung mengeluhkan kenaikan kain jenis famatex sebagai bahan dasar pembuatan pakaian jadi. 

Seorang pengusaha asal Kampung Panyirapan Tika Kartika, 40, mengatakan mengeluhkan kenaikan bahan kain jenis famatex sebesar Rp500 per yard. Sebelumnya, harga kain tersebut sebesar Rp21.300 per yard naik menjadi Rp21.800 per yard.

Pengusaha Konveksi di bandung
Klik DiSini untuk Grosir Baju Murah 5ribu

“Ini [kain jenis famatex] mulai naiknya tadi. Jangankan untuk beli kain, untuk menggaji karyawan dan memproduksi saja kewalahan,” kata Tika, Rabu (2/1/2013).
Akan tetapi, Tika mengaku dirinya mengalami keuntungan hingga 10%
 PUSAT BAJU MURAH 5ribu DI BANDUNG
Perum Suaka Indah Kihapit Timur
No.12 RT01/20 LeuwiGajah
0856 9226 9240
0852 1222 9284

Peta Klik Disini
 pada 2012. Menurutnya, pada 2011 dirinya hanya memperoleh keuntungan Rp90 juta per tahun tetapi pada 2012 naik menjadi Rp100 juta per tahun.

Dia mengatakan bisnis baju murah selama ini dirinya mendistribusikan usahanya ke sejumlah wilayah di Bandung raya antara lain Kota Cimahi, Lembang Bandung Barat, serta Ujung Berung Kota Bandung.

“Selama ini kami memproduksi pakaian jenis seragam sekolah dan baju muslim,” kata Tika.
Tika juga mengeluhkan tidak adanya bantuan modal dan pembinaan pada usaha konveksi di Desa Panyirapan. Padahal, katanya, sebanyak 80% penduduk di sana berprofesi usaha konveksi.

Dia menuturkan Desa Panyirapan sejak tahun 80-an lalu dikenal sebagai desa konveksi. Awalnya, hampir sebagian besar penduduk berusaha di bidang pembuatan kain tenun, tetapi pada perkembangannya berubah menjadi konveksi yang memproduksi pakaian jadi sejak tahun 90-an.
Seperti diketahui, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung memproyeksikan 25 kali pelatihan bagi industri kecil dan menengah (IKM) tekstil produk tekstil (TPT) pada 2013.

Kabid Industri Aneka Diskoperindag Kabupaten Bandung Maman Sulaeman mengatakan pelatihan tersebut akan dilakukan bagi 2.216 IKM TPT di Kabupaten Bandung. Dari jumlah itu, TPT tersebesar berada di wilayah Soreang 274, Kutawaringin, 210, dan Majalaya 224.

Seharusnya Pemerintah bisa membuat regulasi sehingga tidak merugikan pengusaha konveksi di bandung, semoga persoalan ini cepat teratasi.
Demikian artikel Pengusaha Konveksi dibandung bingung semoga dapat memberi pencerahan untuk anda.

Pengusaha Konveksi Di Bandung Bingung Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Eko Kusnurhadi

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.